Tentang Ngeblog

“Memiliki wadah akan mendorong kita mengisinya. Kapan saja aku merasa bingung, aku tinggal melongok ke situs web dan bertanya, ‘Ini bisa kuisi apa?'” – Austin Kleon dalam Steal Like an Artist

Sama seperti kutipan Austin di atas, aku mempertahankan blog ini untuk diisi hal-hal yang bisa kuisi ketika keadaan memaksa untuk berbuat sesuatu demi menghindari kerusakan pada jiwa, seperti:

  1. Urusan kerjaan yang mulai monoton
  2. Stuck ketika ngoding untuk anugrah.club
  3. Akhir pekan yang kosong melompong

Blog ini bagai rumah superluas yang menggoda hasrat kebendaan. Yang merayu untuk segera diisi sesuatu: perabot-perabot atau tetek bengek yang sebenarnya tidak penting. Setelah si rumah terisi, bertambahlah level dopamine di otak. Lumayanlah, jadi rada lega sedikit. Sebagaimana manusia yang merasa bernilai setelah melakukan sesuatu dalam hidup.

Iklan

[Book Review] What I Talk About When I Talk About Running (Haruki Murakami)

20180716_140944

Diterjemahkan dari Hashiru Koto ni Tsuite Kataru Toki ni Boku no Kataru Koto. Terbitan Bungeishunju Ltd., Japan, 2007

Penulis: Haruki Murakami
Penerjemah: Ellnovianty Nine Syarif & A. Fitriyani
Penerbit: PT. Bentang Pustaka
Bahasa: Indonesia
Halaman: vi + 198 halaman
Cetakan Pertama, April 2016
Cetakan Kedua, Mei 2016
Harga: Rp. 49.000,-
Rating: 8/10


Ini kali kedua aku membaca buku ini, sebelumnya aku pernah membacanya di tahun 2016. Tahun di mana aku membeli buku ini. Berhubung bulan sekarang aku belum sempat membeli buku (karena gak ada duit), aku memutuskan untuk membaca kembali buku-buku yang sudah kupunya. Niatya sih biar aku lebih ngerti lagi isi bukunya. Karena mungkin, sekarang aku udah lebih pintar dan dewasa daripada aku yang dulu. Mungkin ya.. karena aku selalu gak yakin dengan isi kepalaku.

Buku ini adalah memoar tentang kebiasaan lari si penulis yang seorang novelis. Iya! Ini buku tentang lari. Bukan tentang bagaimana menimbulkan motivasi agar bisa lari pagi supaya sehat, bukan juga tentang teknik-teknik berlari untuk ikut lomba lari. Ini hanya tentang lari. Tentang berlari yang dilakukan rutin setiap hari. Yang membuat Haruki menemukan arti mendalam dari aktivitas yang namanya lari.

Karena ini hanya buku tentang pengalaman Haruki berlari maka sebagian besar isi buku ini adalah hal-hal yang terbesit di kepala Haruki saat dia berlari, apa dan siapa yang dia temui pada saat berlari, dan bagaimana rasanya ikut lari maraton dan triatlon yang (kata aku mah) sungguh menyiksa itu.

Banyak hal-hal menarik yang dapat diambil dari memoar ini, apalagi ketika Haruki berhasil berhenti merokok karena berlari tiap hari. Sungguh determinasi yang edan pisan. Juga, dia sering dapat ide menulis novel ketika dia sedang berlari. Ini sungguh cocok buat kamu mahasiswa-mahasiswa sastra yang doyan ngebul samsu sambil baca puisi di kampus. Karena sungguh, Haruki Murakami yang sehat itu jauh lebih keren dari maneh-maneh.

Haruki jelas tidak berusaha untuk menggurui karena tidak mentah-mentah ngasih tips berlari atau menulis dengan gamblang. Dia justru seperti bapak bijaksana yang telah banyak nemu falsafah kehidupan dari apa yang dia lakukan. Jadi, pembaca seperti diajak ngobrol dengan santai. Masalah apakah ada pesan moral untuk diambil atau tidak, itu urusan pembaca dengan kejeliannya masing-masing.

Kalau boleh aku menyimpulkan, ini tentang determinasi dan memperjuangkan apa yang disuka dalam hidup. Tentang ikhlas. Dan tentu saja, tentang berlari.

“Aku selalu melakukan apa pun yang kuinginkan dalam hidup ini … Siapa orang yang bisa berhadapan dan menuntut sesuatu kepada manusia seperti itu?”

8 tahun ngewordpress

8thnWP

Tadi aku nerima notifikasi ini dari WordPress. Anjir, udah 8 tahun. Ini pencapaian yang biasa-biasa aja. Yaeyalah orang aku mah ngeblognya angin-anginan, gak diseriusin. Sibuk main di dunia nyata tea. Anjis.

Jika ada hal yang kupunya dan paling bertahan lama, itu adalah blog ini – yang telah berkali-kali ganti nama, berkali-kali hapus pos, berkali-kali ganti konsep. Moody kayak ABG baru mimpi basah.

Anyway, hatur nuhun WordPress udah ngingetin saya kalau saya pertama kali buat blog di sini itu adalah pada tahun 2010. Waktu itu aku lagi rock n’ roll pisan. Kalau sekarang mah, duh, tiba-tiba jadi rada dewasa. Simple Plan itu memang ngehek waktu di lagu Grow Up.

I don’t want to be told to grow up
And I don’t want to change
I just want to have fun
I don’t want to be told to grow up
And I don’t want to change
So you better give up

Alay pisan anjis. Aku yakin itu Simple Plan sekarang malu baca lirik itu. Hahaha

So, selamat menjalani hidup. Jangan lupa bahagia. Selalu berbakti pada orang tua.

Tabik!,

Anugrah