March 2020 Reading Recap

Fuck the plan fuck the target!

Gue cuman bisa baca satu buku doang. Dengan angkuhnya gue ingin namatin dua buku di bulan Maret. Yang terjadi cuman bisa baca 1.25 buku doang kayaknya (yang 0.25 itu perhitungan kasar aja lah ya, gue bego matematika). Di tengah pandemi COVID-19 yang bikin banyak pegawai WFH, gue, as a tukang ledeng, mana bisa WFH. Emangnya nyampur bahan kimia bisa pake internet? Bisa sih sebenernya mah pake IoT (utopia kayaknya kalau di negeri ini mah, lebih tepatnya, di kota gue ini).

Well, fuck man. Fuck korona bangsat. Fuck you yang gamau physical distancing. Fuck Mark Manson yang ngasih harapan palsu buat gue.

Masa pandemi ini gak bisa bikin gue diem di rumah, jadi gue gak banyak waktu luang, ketika ada waktu luang pun gue milih Netflix dan Marvel Future Fight daripada buku.

The Book

Gue baca dua buku (yang satu belum tamat ya), Segala-galanya Ambyar oleh Mark Manson dan Quiet Impact: Tak Masalah Jadi Orang Introver oleh Sylvia Loehken.

Bukunya Mark gue beli karena Mark. Gue sudah menduga si Mark bakal sok asik lagi dalam ngejelasin pandangannya tentang harapan – ya, seperti di buku bodo amat. Penerjemahnya juga ikut-ikutan sok asik. Kenapa harus pake kata “ambyar” sih? Oh Lord Didi, you are so amazing.

Gue juga sok asik dengan beli buku ini. Berharap gue nemu jawaban dari si Mark yang ternyata dia pembaca Nietzsche. Bangsat! Nihilis brengsek! Amor Fati bajingan! Tapi gue suka.

You know what? Menurut gue, amor fati itu adalah pasrah with a style.

Dan nihilis itu adalah bodo amat with a style.

Gue bisa dibilang penganut amor fati nietzschean, yang tentu saja dengan bid’ah-bid’ah sesuai selera pribadi. Lalu, gue berfikir dengan menggunakan otak kacang kedelai gue, mungkin gue bisa lebih me-amor fati-kan kebiasaan menyendiri gue. Orang-orang pemuja Carl Jung biasa menyebut itu introvert.

Maka, gue beli itu bukunya si Sylvia. Buku tentang introvert-introvertan ini bisa dibilang adalah buku “apa keperibadianmu? introvert ya bangsat? coba ikutin tes singkat ini biar kamu yakin bahwa kamu itu introvert dan keren seperti Raditya Dika”, but again, with a style.

April?

Fuck april! Gue gak bisa ke toko buku karena Bandung lagi getol nutup jalan. Gue juga takut kena korona. Mungkin juga toko bukunya tutup. Jadi gue harus beli buku baru via online kayaknya. Atau mungkin gue bakal baca buku yang ada di rak buku gue aja gitu? Ada kok yang belum dibaca, Cala Ibi salah satunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: