Buku-buku yang terbaca secara Rock N’ Roll (Edisi Ramadhan)

Marhaban Ya Ramadhan, bulan penuh berkah telah tiba. Sialnya, penyambutan bulan suci ini malah dinodai sama teroris-teroris kurang ajar. Ah dasar.. saya suka gak habis pikir gimana itu isi dalem kepala pelaku bom bunuh diri. Belum pernah belajar yang serius kali ya? Dikira masuk surga itu instan kali ya? Otaknya cuman setengah kali ya?

Biar kamu-kamu gak jadi tukang bom bunuh diri, dan untuk kamu-kamu yang mau jadi tukang bom bunuh diri, ini saya kasih bacaan biar hati tenang (selain Al-Quran ya, da Al-Quran mah udah hukumnya wajib dibaca dan sudah pasti menenangkan hati). Selain itu, lumayan juga untuk ngisi waktu ngabuburit sambil menikmati oranye-oranye senja.

IMG_20180514_181204_117

Lima buku yang bakal saya ulas sekarang ini beraroma Islam yang rahmatan lil alamin. Walaupun saya ini jeprut berlumur dosa-dosa, saya juga suka penasaran sama agama saya. Makanya ada beberapa buku islami yang saya simpan di rak buku. Karena saya bukan ahli agama, super duper awam, tentu saja saya ngebahasnya secara rock n’ roll. Maka, jikalau ada salah-salah kata, saya mah hampuraeun.

Jadi, mari dimulai …


01. Melawan Arus*

Penulis: Aditya Rahman Yani

Ngaku-ngaku anak punk itu keren. Apalagi di masa muda. Ketika sudah tua dan kenal ideologi-ideologi yang njelimet. Aseli njelimet! Maneh mulai memepertanyakan: nanaonan aing ngepunk? Terus maneh galau dan mencari arti kebebasan yang sebenarnya. Karena terkadang (sering malah), mereka yang ngaku punk itu malah banyak menentukan aturan di punk yang katanya punk itu menjunjung tinggi kebebasan. Tah buku ini harus dibaca bagi kamu yang pernah punk terus eh pas “nemu” Islam, ternyata Islam teh enakeun. Ini pas pisan. Rekonstruksi ideologi. Dikit-dikit sih, gak terlalu dalem pembahasannya. Tapi cukup lah. Daripada baca itu Das Kapital yang ngerti juga engga, mending ini lah aku mah. Mudah dicerna dan, insya Allah, mencerahkan.

 

02. Aku (Pernah) Punk*

Penulis: Aditya Rahman Yani

Ini adalah suatu biografi dari orang yang lebih tidak terkenal dari Soleh Solihun yang nulis buku Soleh Solihun: Memoar si Macan Kampus. Biografi sederhana yang dituturkan dengan sederhana. Tidak tebal memang bukunya. Tapi ya tapi, aku kok bacanya kurang greget gitu. Mungkin karena ekspektasiku untuk meniru seseorang dalam berhijrah terlalu tinggi. Ah, peniruan mah selalu saja tidak bagus maksimal. Perlu diingat bahwa Kang Aik (panggilan sayang untuk penulis) ini tidak lain dan tidak bukan adalah manusia biasa juga. Kurang heroik aja gitu kang ceritanya teh. Tapi da gimana yah, masa mau dihero-herokan. Nanti jadi ga jujur. Tapi da edan siah kalau bisa hijrah mah. Susah tau hijrah teh. Aku aja yang punk abal-abal ga hijrah-hijrah (sedang dalam proses, doain ya). Tapi Kang Aik ini, udah terkenal sebagai dedengkot punk di Surabaya malah berani hijrah. Keren! Cocok sebagai suplemen untuk buku Melawan Arus.

 

03. Perang Muhammad

Penulis: Dr. Nizar Abazhah

Nah ini asik nih, cerita perang-perang Rasulullah yang dibawain seperti dongeng. Ibaratnya kayak kamu masuk kelas sejarah dan si guru sejarahnya itu pinter banget cerita. Jadinya kita yang disuguhi cerita seakan masuk dalam plot cerita itu. Dari Perang Badar sampai Perang Tabuk diceritain semua. Tokoh-tokoh spektakuler yang diceritain (selain Rasulullah) bisa bikin merinding, seperti kisah Khalid bin Walid sang Pedang Allah. Bahkan, aku sampai menangis ketika membaca kisah Ummu Umarah yang rela mati ditebas pedang musuh demi menyelamatkan Rasulullah. Luar biasa.

 

04. 37 Masalah Populer

Penulis: H. Abdul Somad, Lc., MA.

Ustad Abdul Somad is in da house yo! Sebenernya aku manggut-manggut aja sih pas baca buku ini mah. Dasar memang ilmu agamaku masih dangkal. Satu pembahasan di buku ini bisa menghadirkan banyak dalil dan pendapat ulama. Edan teu? Pokoknya mah aku jadi rada lebih ngerti saeutik kenapa ada perbedaan-perbedaan dalam Islam. Aku kan kadang suka bertanya-tanya: kok ada yang shalat shubuhnya pake qunut, ada juga yang enggak? Kok ada yang shalat baca Bismillah pas mau Al-Fatihah ada yang enggak? Oh ternyata itu semua teh ada dasarnya. Nuhun Pa Ustad!

 

05. Muslim Produktif

Penulis: Mohammed Faris

Pas banget ini mah dibaca di bulan Ramadhan. Gimana caranya untuk tetep produktif sebagai muslim. Jadi, di buku ini dijelasin korelasi syariat-syariat Islam dengan kehidupan di dunia. Maka sebenarnya agama itu engga memberatkan sama sekali jika dipahami dengan baik, malah membantu produktifitas dalam kehidupan. Banyak sekali aspek yang dibahas. Dari mulai pentingnya berdoa sebelum memulai kegiatan, shalat sebagai kunci pengatur pola kehidupan, puasa yang melejitkan semangat berkarya, dan masih banyak lagi. Dituturkan dengan kalem dan disertai infografis yang bikin mudah paham.


* Pernah dimuat di zine dekadensiotak vol. 2, dengan sedikit revisi.
 Baca juga buku-buku lain yang saya ulas secara rock n' roll di sini.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s